Nenek Tua Ini Selalu Gendong Cucunya yang Tak Bisa Jalan Agar Bisa Sekolah

44fangmei

DREAMERSRADIO.COM – Cinta seorang nenek kepada cucunya memang tak bisa digambarkan dengan apapun, seperti kisah mengharukan sekaligus menyedihkan yang terjadi pada seorang nenek berusia 66 tahun di Yibin City, Cina yang selalu menggendong cucu 14 tahunnya yang memiliki cacat di bagian kakinya agar bisa sekolah.

Meski tak memiliki tubuh sempurna seperti anak lain pada umumnya, gadis berusia 14 tahun bernama Fang Mei Qiu ini tak pernah absen untuk menuntut ilmu di sekolah. Hal ini pun tidak akan terjadi jika bukan karena bantuan dari sang nenek, yang meski sudah berusia lanjut, ia selalu menggendong cucunya tersebut setiap pagi.

Dilansir Odditycentral, sang nenek melewati jalanan pegunungan dengan jarak hingga empat kilometer dengan berjalan kaki, sambil menggendong sang cucu setiap harinya. Fang Mei lahir dengan tempurung lutut yang tak normal, sehingga ia tak mampu menopang berat badannya.

Sedihnya, sang ayah meninggalkan Fang Mei saat ia masih bayi dan sang ibu kembali menikah, yang kemudian membiarkan Fang Mei dirawat oleh sang nenek. Karena sang kakek sudah sakit-sakitan, sang neneklah yang merawat semua keperluan.

Sang nenek bangun setiap pukul 5 pagi dan mempersiapkan segala keperluan untuk satu hari penuh. Tepat pukul 7, ia pun memulai perjalanannya menggendong Fang Mei pergi ke sekolah dengan lama perjalanan sekitar 1,5 jam. Sang nenek pun membuat perkiraan bahwa ia harus sudah tiba di sekolah sekitar pukul 8.30. Hal ini pun sudah dilakukannya sekitar 5 tahun.

Beruntung, kisah ini berakhir dengan happy ending. Setelah diliput oleh berbagai media secara intens, pemerintah daerah pun memutuskan untuk membantu. Keluarga kecil ini kini telah pindah ke rumah yang dekat dengan sekolah Fang Mei. Fang Mei pun diberikan bantuan berupa kursi roda yang bisa dioperasikan sendiri.

Posted in Artikel | Leave a comment

10 Kalimat Terlarang untuk Si Bos

Berhati-hatilah saat berbicara dengan bos Anda, karena bisa saja Anda dianggap tak profesional bekerja

KOMPAS.com – Seringkali kita menemukan aturan tak tertulis di kantor. Salah satunya, bagaimana harus menghadapi atasan. Misalnya, bagaimana harus berbicara dan berperilaku di depan atasan, agar Anda tidak dianggap sok tahu, menjilat, atau tidak tahu diri. Untuk itu, Anda perlu mengamati hal-hal yang tidak seharusnya Anda ucapkan kepada atasan.

1. Membanggakan diri. “Saya kemarin sudah membantu dia untuk menyelesaikan semua pekerjaannya sampai selesai.” Kalimat membanggakan diri seperti ini sebaiknya Anda hindari. Mungkin, Anda ingin memberitahu atasan bahwa Anda sudah bekerja keras, namun sadari bahwa kalimat ini seperti mendikte bos Anda untuk memberikan penilaian baik kepada Anda. “Sebaiknya, jangan menangani setiap pekerjaan baru yang bukan pekerjaan Anda sebelum mendapat izin dari atasan Anda terlebih dulu,” ungkap konsultan karier Tony Lee.

Jika Anda merasa sudah mengerjakan semua pekerjaan Anda dengan baik, tak ada salahnya membantu orang lain. Namun lebih baik Anda berfokus untuk memikirkan apa yang harus Anda lakukan selanjutnya.

2. Menggunakan kata-kata berlebihan. “Saya sudah mengamankan semua tempat itu untuk simposium penting Bapak.” Alih-alih si bos terkesan, mungkin ia malah akan merasa kebingungan dan menganggap Anda terlalu berlebihan dengan kata-kata Anda. Tak perlu menulis berbagai kalimat yang bombastis atau berlebihan ketika Anda sedang menulis memo atau membalas email dari atasan. Gunakan bahasa yang baik namun singkat dan jelas, seperti ‘Saya sudah memesan ruangan untuk rapat.”

3. Membahas soal keluarga. Rasanya atasan tak perlu tahu tentang kegiatan yang menyangkut keluarga Anda, kecuali untuk kondisi tertentu seperti orangtua atau anak yang sakit atau meninggal dunia. Di luar itu, ada dua hal yang dianggap tak penting bagi bos. Misalnya, Anda mengungkapkan keinginan untuk bisa menemani anak di sekolah setiap hari. Pertama, ia mungkin tak tertarik dengan kegiatan Anda di luar kantor. Kedua, ungkapan Anda secara tidak langsung ditanggapi bos sebagai keluhan bahwa Anda tidak bahagia di kantor. Lalu, ucapan Anda dianggap sebagai penolakan Anda untuk bekerja lembur atau menangani proyek yang sedang Anda siapkan. Repot, kan?

4. Terlalu merendah. Ketika atasan memanggil Anda karena keberhasilan atau prestasi Anda, jangan bersikap sok merendah apalagi sambil mengatakan “Ah, ini bukan apa-apa, kok.” Hindari juga meremehkan kerja keras orang yang ada di belakang Anda. Sebagian besar perempuan diajarkan untuk tidak terlalu membanggakan diri karena keberhasilan. “Banyak perempuan yang akhirnya tak nyaman ketika mendapatkan pujian atas keberhasilannya, sehingga cenderung untuk merendah,” ungkap konsultan karier Jocelyn Giangrande. Ketika menerima sebuah pujian atas kerja keras Anda, belajarlah untuk tersenyum dan mengucapkan terima kasih.

5. Menjadi mata-mata. “Tak ada seorang pun yang menyukai informan atau mata-mata,” ungkap Lubin Sherman, executive coach LAUNCH, sebuah website pengembangan diri dan kepemimpinan. Tak perlu melaporkan semua manipulasi yang dilakukan rekan kerja Anda selama bekerja kepada atasan, percaya saja bahwa sebenarnya atasan sudah mengetahui hal tersebut. Daripada mencari muka dengan menunjukkan kesalahan orang lain, lebih baik fokus dengan pekerjaan Anda sendiri. Selain tak disukai oleh bos, perbuatan Anda ini juga pasti akan dibenci oleh rekan kerja Anda.

6. Merasa paling benar. Ketika atasan tidak membalas ataupun membaca email Anda, seharusnya Anda aktif bertanya, jangan hanya menunggu. Jika bos Anda tidak membalas email penting yang Anda butuhkan, ingatkan dia dengan sopan untuk memastikan bahwa ia telah menerimanya. Lebih baik telepon saja, atau datangi ruangannya dan sampaikan hal itu secara pribadi.

7. Mempertanyakan promosi. “Jawaban dari pertanyaan ini adalah ‘Ini bukan urusanmu!’,” ungkap konsultan karier Jean Baur. Selain itu, mempertanyakan hal ini justru akan membuat atasan semakin yakin bahwa Anda belum layak menerima promosi tersebut. Langkah pertama yang harus dilakukan untuk mendapatkan kesuksesan adalah fokus dengan pekerjaan pribadi, bukan orang lain.

8. Menyombongkan diri. Jangan pernah sekali-kali mengatakan, “Bagaimana kalau saya tidak ada, pasti berantakan!” Kalimat ini bernada sombong dan merendahkan orang lain. Jika ingin atasan mencatat prestasi Anda, mintalah ia untuk mengevaluasi pekerjaan Anda setelah selesai. Yang paling penting adalah hasil akhir dari pekerjaan Anda, dan bukan sekadar kalimat abstrak sebagai bentuk pujian untuk diri sendiri.

9. Bergosip. Jangan penuhi kantor Anda dengan gosip-gosip tak penting dan berharap atasan akan tertarik mendengarnya. Mungkin langkah ini Anda lakukan sebagai cara untuk berteman dengan atasan, namun kemungkinan usaha ini akan menjadi bumerang yang berdampak buruk pada citra Anda di depan atasan.

10. Membanding-bandingkan. Salah satu hal yang akan sangat menyebalkan adalah jika Anda tak bisa berhenti membandingkan tentang kondisi perusahaan, dan berbicara tentang pekerjaan lama Anda. “Cara yang paling baik untuk meningkatkan karier Anda adalah dengan bekerja sebaik-baiknya di perusahaan yang baru,” ungkap Lubin Sherman.

Posted in Artikel | Leave a comment

7 Cara Melawan Rasa Tak Mampu

Hilangkan semua kata ‘tidak bisa’ dan ‘tidak mampu’ dalam kamus Anda. Yakinlah bahwa Anda bisa melakukan semuanya dengan baik dan positif.

KOMPAS.com – Liburan akhir tahun sudah lewat, dan tahun baru sudah berjalan. Kini saatnya untuk kembali ke pekerjaan dan aktivitas Anda sehari-hari dengan lebih produktif dan bersemangat. Tetapkan komitmen bahwa tahun ini akan lebih baik daripada tahun sebelumnya. Mari memulai!

1. Anda pasti bisa. Jangan pernah menganggap diri tak mampu melakukan suatu pekerjaan, karena Anda pasti bisa. Bagi banyak orang, tekanan justru bisa menjadi pendorong untuk bisa lebih maju dan berkembang. Yang harus dilakukan adalah mengontrol manajemen waktu Anda, mengatur tingkat stres, dan menghilangkan hambatan dalam pekerjaan dengan cara Anda. Anda mampu melakukan berbagai hal dengan baik, karena itu jangan langsung menyerah sebelum mencoba. Percaya diri dengan kemampuan Anda, dan belajar untuk menyelesaikan semua tugas tersebut dengan baik.

2. Tentukan target. Untuk mencapai hasil pekerjaan yang maksimal, tentukan target yang ingin Anda capai dalam bekerja. Namun, tentukan target yang terukur, dan sesuai kemampuan, agar Anda mampu merealisasikannya. Hal ini termasuk target waktu, berapa lama Anda dapat mencapai tujuan Anda. Adanya target dalam pekerjaan membuat Anda akan sedikit memiliki tekanan, dan membuat Anda lebih serius dan lebih produktif dalam melakukan pekerjaan.

3. Memotivasi diri. Seringkali zona nyaman dalam pekerjaan membuat Anda terbuai dan tidak produktif bekerja. Motivasi dan tantangan dalam bekerja merupakan pemicu penting untuk meningkatkan produktivitas, sehingga Anda bisa fokus untuk mencapai tujuan pribadi maupun profesional. Banyak hal kecil di sekitar Anda yang sebenarnya bisa menginspirasi serta memotivasi Anda untuk bekerja lebih baik lagi.

4. Jangan mencari alasan. Setiap orang memiliki alasan mengapa mereka tidak bisa mencapai tujuan, atau memenuhi target mereka masing-masing. Misalnya, Anda tidak bisa berkonsentrasi menyelesaikan tugas karena banyak tukang yang sedang merenovasi ruang rapat di kantor. Ini bukan alasan yang tepat untuk mengendurkan pekerjaan. Anda harus berhenti mencari alasan untuk setiap kegagalan yang Anda buat sendiri. Carilah solusi yang dapat Anda lakukan agar pekerjaan bisa berjalan dengan baik, karena Anda lah yang memegang kontrol atas diri Anda dan pekerjaan Anda.

5. Hilangkan kata “tidak bisa” dari kamus Anda. Kata-kata “tidak mampu” atau “tidak bisa” memiliki makna bahwa Anda secara fisik tidak bisa melakukan apapun. Namun hal ini mungkin juga menjadi kode bahwa “saya tidak mau melakukannya” atau “ini pekerjaan yang terlalu melelahkan”. Sebenarnya Anda harus menghilangkan kata-kata tersebut dalam pikiran jika Anda ingin mencapai tujuan dan target Anda. Kata-kata memiliki pengaruh yang besar bagi psikologis Anda. Ketika Anda berkata mampu melakukan sesuatu, selalu ada solusi untuk membantu Anda mengerjakan tugas-tugas.

6. Berusaha yang terbaik. Untuk medapatkan yang terbaik dan produktif dalam bekerja, Anda harus benar-benar berkomitmen untuk bekerja lebih keras, dan mencari tahu apa yang bisa memotivasi Anda. Berkomitmenlah untuk bersikap proaktif, berani ambil resiko, dan menghilangkan alasan-alasan. Jika Anda tidak berkomitmen untuk membuat perubahan, maka segala sesuatunya akan selalu tetap sama.

7. Lakukan sekarang. Jangan terus-menerus mengulur waktu untuk memulai berbagai hal baik dalam bekerja. Lakukan sekarang juga agar Anda semakin mudah untuk mendapatkan tujuan, dan semakin produktif bekerja untuk meningkatkan karier.

Posted in Artikel | Leave a comment

3 Faktor Pemacu Produktivitas Kerja

Jangan biarkan diri Anda terjebak dalam kejenuhan yang bisa membuat kreatifitas Anda terhambat

KOMPAS.com – Rutinitas pekerjaan sering membuat kita jenuh, dan kejenuhan akan membuat mentalitas dan kreativitas kita menurun. “Terkadang rutinitas akan membuat seseorang merasa tak tertantang lagi untuk melakukan berbagai hal baru dalam pekerjaannya,” ungkap Rudy Ramawi, Country Head Google Indonesia, saat pemilihan perempuan profesional di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Tidak adanya tantangan dalam bekerja akan menurunkan produktivitas seseorang. Lalu apa yang harus dilakukan untuk mengembalikan semangat, kreativitas dan produktivitas bekerja? Menurut Rudy Ramawi, ada tiga hal yang bisa memacu kembali produktivitas dan kreativitas kita dalam bekerja, yaitu:

1. Ciptakan suasana tak nyaman
Zona nyaman yang mulai terasa akan membuat Anda malas untuk berusaha lagi, karena sudah terlena dengan kenyamanan. Ketika selalu merasa nyaman dalam bekerja, Anda tidak akan belajar berbagai hal baru yang untuk meningkatkan kualitas kerja. Karena itu, “Posisikan diri Anda berada dalam posisi yang tidak nyaman,” saran Rudy.

Pemacu utama untuk menimbulkan kreativitas adalah adanya rasa ketidaknyamanan. Saat merasa tak nyaman bekerja, misalnya karena beban kerja, tekanan atasan, deadline, dan lain-lain, akan muncul tekad dan semangat baru untuk membuktikan bahwa Anda mampu bekerja dengan baik. Berbagai hal yang membuat ketidaknyamanan dalam bekerja akan membantu Anda untuk belajar lebih banyak, dan menciptakan impact yang besar untuk perusahaan. “Hanya saja, semua ini memang harus dilakukan dengan passion dan rasa cinta pada pekerjaan,” jelasnya.

2. Prioritas pekerjaan
Ketika melakukan pekerjaan yang Anda cintai, secara tak langsung akan ada keinginan untuk memberikan dampak yang besar untuk perusahaan. “Impact yang besar ini bisa diberikan ketika Anda peduli dan punya prioritas yang jelas terukur dalam pekerjaan,” tukasnya. Menurut Rudy, urutan prioritas dalam bekerja akan menentukan seberapa besar passion Anda untuk menjadi seorang pekerja yang baik.

Urutan prioritas yang dianggap Rudy paling baik saat ingin berkontribusi bagi perusahaan adalah, menciptakan impact, reputasi diri, gengsi, dan keinginan belajar. Urutan prioritas ini akan menentukan tingkat kepedulian Anda terhadap perusahaan. Adanya rasa cinta pada pekerjaan akan membuat Anda terus terpacu untuk bisa berprestasi dalam bidang pekerjaan yang dilakukan.

3. Meremajakan
Ketika kerja keras Anda sudah membuahkan hasil, dan berhasil memberikan kontribusi untuk perusahaan, sebaiknya jangan cepat berpuas diri. “Sekali berprestasi, jangan cepat puas karena Anda harus berusaha untuk merejuvenasi (meremajakan dan memperbaharui) semua prestasi Anda,” sarannya. Ditambahkannya, prestasi yang tak direjuvenasi tidak akan lagi disebut sebagai prestasi, namun sebuah stagnansi, karena tak ada pembaharuan prestasi dan bisa jadi akan menurunkan nilai kreativitas Anda.

Posted in Artikel | Leave a comment

Napak Tilas

Presentasi rapim

Napak Tilas PT Mahiza Karya Mandiri

Image | Posted on by | 1 Comment

Presentasi rapim

Image | Posted on by | Leave a comment

Bahaya Pujian

Pujian yang bila dihilangkan hurup awal nya “P” maka akan menjadi “Ujian”, ya memang manusia pada dasarnya mungkin senang dipuji tetapi apabila salah mensikapi, yang mana seringkali saya melihat diri sendiri dan orang lain seringkali salah mensikapi pujian, maka pujian akan menjadi berbahaya, karena itu maka dari itu sebenarnya pujian itu adalah ujian. So apa bahaya dari pujian tersebut? berikut adalah diantaranya:

BAHAYA BAGI YANG MENERIMA PUJIAN

1. yang menerima pujian maka ada kemungkian akan terkena penyakit sombong (kibr) dan merasa besar sendiri (‘ujub), karena dengan menerima pujian maka merasa dirinya hebat yang rentan terkena penyakit sombong dan ujub. Keduanya, kibr dan ‘ujub merupakan penyakit hati yang mematikan.

2. yang dipuji bisa lupa diri dan lengah karena mabuk pujian. Menurut Ghazali, orang yang merasa besar dan hebat, pasti ia lengah. Karena sudah hebat ia merasa tidak perlu bersusah payah dan bekerja keras. Kerja keras hanya mungkin dilakukan oleh orang-orang yang merasa banyak kekurangan dalam dirinya. So pujian bisa membuat jadi lemah dan lengah!

3. Rasulullah saw sangat mewanti-wanti bahwa pujian bisa mematikan iman. Pujian orang lain adalah prasangka orang lain pada kita. Orang memuji itu hanya melihat topengnya kita saja. Orang yang senang pujian orang kepada dirinya, seperti orang mabuk, mencari jalan apa pun agar orang memberinya pujian. ”Menyukai sanjungan dan pujian membuat orang buta dan tuli.” (HR. Ad-Dailami).

4. Saya pernah mendengar dari ceramah tapi lupa apa dasarnya, bahwa memuji seseorang itu seperti menebaskan pedang ke leher orang yang puji, karena begitu mematikannya pujian yang dilontarkan sehingga tanpa basa basi bisa langsung membuat mati! yaitu bisa mematikan iman.

itu adalah bahaya bagi yang dipuji, hal ini berbahaya karena memang saya sering melihat, terutama akhir akhir ini yaitu banyak orang yang ternyata dengan mudah termakan oleh puji pujian orang lain… wah bahaya itu, mulai dari level OB, supir, bahkan sampai pejabat tinggi ternyata gampang sekali termakan pujian, kelihatan dari terbangnya hidung mereka hehe dan sikap yang dipuji menjadi lebih senang dan terbuka dengan yang memujinya. Plus ternyata ada orang yang senang memuji muji orang lain lagi, nah bahaya juga ini.

selanjutnya ada lagi bahaya bagi orang yang senang memuji orang, yaitu:

BAHAYA BAGI ORANG YANG MEMUJI

1. Kemungkinan pujian melampau yang akhirnya akan menjadi pendustaan.

2. Kemungkinan menyebabkan hati dimasuki sifat “munafik“, memuji sekadar menunjukkan bahawa dia akrab tetapi yang berlaku adalah sebaliknya atau sekedar memuluskan kepentingannya, ya itu dia akhirnya berakhir menjadi munafik.

3. Kadangkala manusia mengucapkan sesuatu yang tidak diketahui benar atau tidak, yang mungkin perkara itu tidak diselidiki langsung, asal ketemu bawaannya memuji saja….

4. Dibimbangi pujian itu akan menyebabkan orang yang dipuji terus lengah dan tidak menyedari kelemahan diri sendiri, seolah-olah orang yang memuji itu merelakan sesuatu yang buruk terus berlaku.

5. yang paling bahaya yang merupakan implikasi dari nomor 1 sd 4 adalah bisa jadi pujian tersebut menjadi ABS atau alias bapak senang.

“Bila kamu melihat orang-orang yang sedang memuji-muji dan menyanjung-nyanjung maka taburkanlah pasir ke wajah-wajah mereka.” (HR. Ahmad) – sayang sekali di sekitar saya tidak ada pasir ya… apa pakai bogem mentah saja ya :)

Beberapa pujian bisa berdampak baik salah satunya adalah untuk memberikan motipasi atau semangat seperti pada kasus memuji anak ketika ada pencapaian dalam belajar, atau memuji anak buah untuk menghargai pekerjaan yang telah diselesaikan, sehingga bukannya tidak boleh memuji tetapi mungkin harus lebih proporsional dan tidak berlebihan dan lebih meluruskan niat dalam memberikan pujian terhadap orang lain agar terhindar bahaya-bahaya pujian baik bagi yang memuji atau menerima pujian.

Beberapa trik yang saya lakukan kalau saya menerima pujian, selain langsung merasa “jengah” dan kagok, ya mungkin karena yang dipujikan belum tentu sesuai dengan apa kita sebenarnya, dan saya pribadi merasa kalau saja Allah SWT membukakan sedikit saja aib pribadi saya, tentunya mana ada orang yang memuji saya… berikut yang saya lakukan ketika ada orang yang memuji agar terhindar dari bahaya pujian seperti di atas yaitu:

1. Langsung belokan pujian orang ke hal lainnya, misalnya:

“wah mobil baru ya, hebat euy…” dibelokan dengan jawaban “ah… mobil masih ngiridit (kredit) coba aja bunyi klaksonnya aja dit…dit..dit… hehe”

“luar biasa pa heldi ini… bla bla bla…” dibelokan dengan “heureuy” atau dengan jawaban sambil melucu “memang biasa diluar kita mah ya, dan hal yang luar biasa itu memang sudah menjadi kebiasaan sih ya, jadi biasa biasa saja ya hehehe :)

“memang mantap ya pa heldi ini” dijawab dengan “memang pak… saya ini mantap! alias makan tempat, banyak makan nya sih :)

“puji puji bla bla bla…” dibelokan dengan memuji orang yang memuji dengan pujian yang lebih lagi, jadi perang pujian ya :)

2. Ingat dosa dan aib diri sendiri, ya pujian orang kadarnya masih sangat kecil sekali dibandingkan dengan salah dan dosa serta aib yang pernah dilakukan…. Astagfirullohaladzim ya Allah… ampuni saya ya Alloh…

3. ber-Istigfar dan menyerahkan semua pujian itu adalah untuk Alloh semata karena yang mereka puji adalah mahluk Alloh sehingga semata mata yang dipuji mereka adalah bukanlah kita tetapi adalah Alloh yang menciptakan saya… segala puji bagi Alloh semata… Tuhan sekalian alam…

Demikian curhatan di malam minggu semoga bermanfaat baik bagi orang yang senang memuji ataupun bagi kita ketika menerima pujian dari orang lain… wallohualambissowab…

Posted in Artikel | Leave a comment